Kehidupan
manusia; siapapun dan apapun statusnya jika diceritakan akan terdengar
sama meski berisi campuran beraneka warna. Kisah seluruh manusia dalam
kehidupan di dunia ini dengan singkat bisa diceritakan seutuhnya hanya
dengan tiga atau empat kata; terlahir, lelah dan mati. Atau Dilahirkan, kelelahan, sangat kelelahan dan mati. Sangat singat singkat. Dalam nominalnya hanya sekitar antara 60-70 tahun. Jarang yang melebih angka ini.
Meski
begitu waktu yang singkat ini ternyata penuh dengan
kesempatan-kesempatan sangat berharga untuk menjadikannya lebih
panjang, jauh lebih panjang dan bahkan tidak terbatas sampai Allah
mewarisi bumi ini.
Kesempatan
itu semestinya diisi dengan aktivitas yang memiliki manfaat luas tidak
terbatas. Manfaat yang bisa dirasakan oleh semua umat manusia.”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”.
Jika
para pemilik ilmu dan keahlian memberi manfaat dengan ilmu dan keahlian
mereka maka sudah semestinya para hartawan memberikan manfaat kepada
orang lain dengan harta benda mereka.Bukan sekedar memberikan ikan
kepada orang lain, tetapi lebih perlu bagi kehidupan orang tersebut dan
agar pahala juga terus mengalir maka akan semakin baik jika bisa
memberikan kailnya.
Dengan
semakin banyak memberikan kail kepada orang lain agar bisa memancing
ikan sendiri. Dengan memberikan kapak kepada orang lain agar bisa
mencari kayu bakar sendiri maka sebenarnya diri kita telah merajut dan
merangkai usia kedua pasca kematian kita.
KH
Ahmad Dahlan telah merangkai umur kedua dengan mendirikan Muhammadiyyah
yang tetap eksis sampai kini berjuang meningkatkan taraf pendidikan,
kesehatan dan ekonomi umat Islam Indonesia. KH Hasyim Asy’ari pun
demikian, telah merangkai usia kedua beliau dengan menjadi pelopor
berdirinya organisasi massa terbesar NU. Begitu pula halnya dengan para
perintis-perintis kebaikan lain. Mereka semua telah mangkat tetapi
pahala tetap mengalir kepada mereka. Banyaknya pahala inilah inti
kehidupan manusia. Jika begitu bagaimana dengan kita? Ya Allah, tunjukkan dan terimalah!Amiin.








0 komentar:
Posting Komentar